Wednesday, January 9, 2013

KARAKTERISTIK MASYARAKAT RABBANI

Gambaran masyarakat Rabbani sudah dijelaskan di postingan sebelumnya ... nah ini lanjutannya... Bagaimana Karakteristik Masyarakat Rabbani

Al Qur'an laksana puncak menjulang tinggi yang mengatasi seluruh puncak yang ada. Seluruh perhatian tertuju kepadanya dari segala penjuru. Berbagai harapan, impian, janji-janji, hidayah serta petunjuk dapat diraih darinya setelah masyarakat dunia tenggelam dalam kehampaan, berjalan terseok-seok dengan wajah rauram dalam keputus asaan, akhirnya terbaring lemah diatas kepiluan.

Al Qur'an telah berhasil menempa masyarakat rabbani generasi pertama melalui bimbingan Rasulullah, sebagai hamba dan utusan Allah, sebagai pembimbing, muallim, ustadz dan teladan umat ini. Beliau SAW berhasil membentuk sebuah generasi yang sebelumnya tertawan oleh keyakinan syirik dan adat jahiliyah.

Padahai sebeiumnya tidak seorangpun yang mengira Beliau SAW bisa lolos dari cengkraman kuku-kuku jahiliyah itu. Hingga Allah mengutusnya ke tengah-tengah mereka. Dan Al Qur'an itupun menjadi mukjizat terbesar bagi mereka sepanjang zaman. Mukjizat yang berbicara tentang diri Beliau dan tentang mereka kepada generasi yang akan datang.


Mukjizat yang telah menyinari seluruh umat manusia itu telah mencatat secara valid, ringkas dan menakjubkan sejarah kehidupan generasi rabbani. Al Qur'an ini pula yang kemudian membangun tatanan masyarakat rabbani dari dasar setelah tiang-tiang penyangganya runtuh. Sekiranya Allah tidak mencurahkan rahmatNya, niscaya sirnalah sisa-sisa reruntuhan itu.

Sampai sekarang, panji-panji generasi Salaf -generasi sahabat-itu masih jelas kelihatan. Umat pada setiap zaman dapat melihatnya. Mereka akan menemukan harapan besar, yang dapat memperbaiki kembali tatanan kehidupan dari awal, bilamana mereka telah bertekad untuk kembali kepada tatanan masyrakat rabbani.

Seorang insan mukmin yang senatiasa membuka cakrawala pikirannya saat mentadabburi Al Qur'an, dapat melihat bentuk dan contoh-contoh yang menggambarkan seluruh dimensi kehidupan manusia, tentang alam, lingkungan dan kehidupan. Bentuk dan contoh-contoh yang memaparkan kepadanya segala bentuk kesempurnaan itu, akan membuat dadanya dipenuhi rasa takjub dan keimanan.

la selalu ingat firman Allah;
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapa di antara kamu yang bertambah iniannya dengan (turunnya) surat ini?" Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. (QS AtTaubah: 124). Kita ambil satu contoh firman Allah m : Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada Ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunalkanlah zakat". Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian keen daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. Dan. (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu) Kamu tidak akan menumpahkan daranmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu", kemudian kamu berikrar (akan memenuhi) sedang kamu mempersaksikannya. (QS Al Baqarah: 83-84)

Dengan untaian kalimat yang sederhana, kedua ayat di atas, secara sekilas melukiskan keindahan nan elok masyarakat rabbani. Yaitu generasi yang selalu menjunjung tinggi mlai-mlai kebenaran dan jauh dari perangai buruk. Menggambarkan kepada kita cin keimanan yang membedakannya dengan model masyarakat lain. Itulah masyrakat yang ditempa dengan bimbingan wahyu samawi. .. . . Masyarakat yang menjadi tempat berteduh bagi seorang insan, tempat ia rnencari kesejukan hati dan perasaan tenang. Sebuah masyarakat, hanya akan menjadi baik bila ciri-ciri masyarakat rabbani tampak pada mereka. Sehmgga mereka menjadi masyarakat yang berjalan di atas fitrah. Dengan fitrah itu mereka dapat menolak segala bentuk kepalsuan yang banyak tersebar di tengah-tengah m,asyarakat, sebagai buah hasil tangan dan akal manusia yang jauh dari bimbingan wahyu samawi.

No comments: